Rekomendasi Jajan-jajan di Seoul untuk Turis Muslim

Meskipun sebenarnya selama kunjungan kami di Seoul bulan lalu kami lebih banyak masak sendiri, tapi kami juga sempat mengunjungi beberapa lokasi yang ternyata layak direkomendasikan untuk teman-teman (terutama Muslim) yang ingin mengunjungi Seoul, Korea Selatan.

Setidaknya ada tiga tempat yang sudah kami cobain dan kami merekomendasikannya baik karena lokasinya strategis dan dekat dengan lokasi wisata, rasa, maupun harganya.

  1. Halal Kitchen

Restoran ini lokasinya dekat dengan Bukchon Hanok Village. Jadi bisa mampir ke restoran ini sebelum atau sesudah mengunjungi Bukchon. Bentuk dari restoran Halal Kitchen ini juga dalam bentuk hanok (rumah tradisional Korea).

Tampak Depan Halal Kitchen Restaurant
Tampak Depan Restoran “Halal Kitchen”

Pemilik restoran ini adalah Hassan Lee, seorang warga Korea Selatan beragama Islam. Beliau akan menyambut kita ketika kita masuk, selain juga ada seorang pelayan yang membantu. Uniknya, kedua orang tersebut bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit, jadi jangan kaget kalau mereka menyapa kita dengan bahasa Indonesia.

Oh iya, satu hal yang perlu diingat adalah meskipun restoran ini buka sampai malam jam 20:00 tapi ada jeda istirahat jam 15:00-17:00. Kemarin waktu pertama kali ke sana kami sempat sampai sana waktu jeda istirahat, jadi harus menunggu deh sampai buka kembali.

Pada kunjungan pertama kami, makanan yang kami pesan adalah Samgyetang (sup ayam gingseng khas Korea). Selain ada gingseng, ada juga jojoba atau Korean date atau kalau Hassan Lee bilang, “kurma Korea”. Jojoba ini rasanya manis walau tidak semanis kurma arab.

View this post on Instagram

•Samgyetang at @halalkitchenkorea• ⁣⁣ ⁣⁣ Salah satu masakan khas Korea yang wajib dicobain nih, Samgyetang alias sup ayam dengan gingseng dan jojoba. Baik untuk kesehatan, terutama kalau hawa lagi dingin. ⁣⁣ ⁣⁣ Di Halal Kitchen Korea ini satu porsi sup bisa untuk berdua, termasuk nasi dan aneka kondimen. Harganya KRW 32,000 atau sekitar Rp 385.000. Lumayan agak mahal, tapi juga karena di tempat lain agak susah cari yang halal, jadi ini tetap wajib dicobain. ⁣⁣ ⁣⁣ Rasa sup ayamnya tidak terlalu gurih tajam semacam sup ayam Pak Min ya, hehehehe. Lebih ke gurih lembut dan ada rasa hangat dari gingseng dan rasa manis kalau pas kita gigit jojobanya. ⁣⁣ ⁣⁣ Kalau makan di Halal Kitchen ini akan dilayani langsung oleh Pak Hassan Lee, pemilik restorannya, orang Korea muslim. ⁣⁣ ⁣⁣ Pak Hassan dan yang membantu melayani para pelanggan bisa bahasa Melayu sedikit-sedikit, dan lancar bahasa Inggris. Jadi cukup mudah untuk berkomunikasi dengan mereka. ⁣⁣ ⁣⁣ Lokasi restorannya cukup dekat dengan Bukchon Hanok Village. Jadi sekalian jalan-jalan, makan di sini. Eh tapi perlu dicatat, setiap jam 15:00-17:00 restorannya tutup untuk istirahat. 😉⁣⁣ ⁣⁣ #samgyetang #chickensoup #supayam #koreanfood #food #foodie #travelandfood #travelandfoodblogger #traveldiary #Bukchon #bukchonhanokvillage #Seoul #Korea #SouthKorea #visitkorea

A post shared by Terry Perdanawati (@terry_perdanawati) on

Bukan cuma menyapa dan mengantarkan makanan, ternyata waktu itu Hassan juga menjelaskan kepada kami mengenai Samgyetang yang tersaji di meja. Salah satunya adalah gingsengnya yang berkhasiat untuk kesehatan.

Rasa Samgyetang-nya menurut saya segar dan gurih alami. Satu porsinya cukup untuk berdua. Harganya KRW 32,000 atau sekitar Rp 385.000. Harganya tinggi sih ya. Tapi wajar untuk restoran yang lokasinya sangat dekat dengan tempat wisata dan juga menawarkan pengalaman makan di rumah tradisional Korea, dan dengan pelayanan yang memuaskan. Jadi kami tidak kapok sih untuk datang lagi!

Pada kunjungan kami kedua, kami memesan menu lain yang disajikan di restoran ini yaitu Beef Bulgogi. Sama dengan kunjungan pertama kami, makananya tidak hanya diantarkan saja tetapi juga dipanggang di hadapan kita oleh pelayannya sambil diberi tahu hal-hal terkait makanan tersebut.

Beef Bulgogi di "Halal Kitchen"
Beef Bulgogi di “Halal Kitchen”

Sepertinya memang SOP dari pelayanan di restoran tersebut begitu. Jadi memang kita ditawari pengalaman ngobrol-ngobrol juga dengan pemilik atau pelayan restoran ini yang sama-sama ramahnya.

Untuk Bulgogi ini, harganya adalah KRW 34,000 atau sekitar Rp 400.000 untuk dua porsi. Tidak jauh beda dari harga Samgyetang yang kami pesan pada kunjungan pertama kami. Tapi secara rasa dan pelayanan memuaskan sih. Jadi kami akan kembali lagi kapan-kapan ke sini.

Orang yang datang ke restoran ini sepertinya banyak yang dari Asia Tenggara. Dua kali ke sini, selalu bertemu orang Asia Tenggara, ada yang dari Singapura ada juga dari Indonesia. Sepertinya pemilik restoran dan pelayan di sini juga cukup akrab dengan turis dari Asia Tenggara. Bahkan di kunjungan kedua kami, pelayannya pakai baju batik lho dan bicara sedikit-sedikit dengan bahasa Jawa. hehehe

  1. Ied Halal Korean Food

Restoran ini termasuk salah satu restoran pertama di Korea yang mendapatkan sertifikat halal dari institusi sertifikasi halal Korea. Lokasinya tidak jauh dari Seoul Central Mosque atau biasa juga disebut Masjid Itaewon.

Lunch at Ied Halal Korean Food, Itaewon
Makan siang di Ied Halal Korean Food, Itaewon setelah salat Jumat

Di area dekat masjid ini cukup banyak restoran-restoran bersertifikat halal atau restoran yang dimiliki muslim dengan berbagai macam variasi sajiannya. Tapi karena kami lebih ingin makan makanan otentik Korea Selatan, jadi Ied Halal Korean Food ini jadi pilihan kami.

Dari gerbang utama Masjid Itaewon, jalan saja lurus (bukan jalan yang serong), sekitar 100 meter dan restorannya ada di kiri jalan. Restorannya kecil tapi nyaman. Saat kami di sana, pelayannya dapat berbahasa Melayu, kemungkinan orang Malaysia atau Singapura, jadi lebih mudah dalam memesan. Walaupun sebenarnya Pak Jay bisa bahasa Korea juga sedikit-sedikit, cukup lah kalau cuma buat pesan makanan aja. Hehehe

View this post on Instagram

•Bulgogi by @eid.halal.korea• ⁣⁣ ⁣⁣ Kemarin habis salat Jumat makan siangnya di Eid, rumah makan yang jaraknya sekitar 100 meter dari Masjid Itaewon. ⁣⁣ ⁣⁣ Menurut beberapa situs yang saya baca, rumah makan ini banyak direkomendasikan. Jadi kami cobain deh. ⁣⁣ ⁣⁣ Secara rasa dan harga ini pas banget. Enak dan otentik tapi tidak mahal. Harganya KRW 8,000 atau sekitar Rp 95.000 sudah termasuk nasi dan aneka kondimen yang kita boleh minta tambah. Tidak mahal untuk ukuran dekat tempat wisata di Seoul. ⁣⁣ ⁣⁣ Rumah makan ini sudah mendapatkan sertifikat halal sejak 2017. Teman-teman muslim yang kelaparan habis jalan-jalan, tidak perlu khawatir. Langsung hajar aja! 😁⁣⁣ ⁣ Oh iya, mbaknya yang melayani bisa bahasa Melayu, jadi gampang deh mau pesannya. 😉⁣ ⁣⁣ #bulgogi #beefbulgogi #koreanfood #food #foodie #travelandfood #travelandfoodblogger #traveldiary #Itaewon #Seoul #Korea #SouthKorea #visitkorea

A post shared by Terry Perdanawati (@terry_perdanawati) on

Di restoran ini kami sengaja memesan dua menu berbeda, yaitu Beef Bulgogi dan Jjimdak. Dua-duanya enak! Kalau Beef Bulgogi udah pada tahu ya? Daging sapi dimarinasi kemudian dipanggang.

Kalau Jjimdak, mirip seperti semur ayam. Tapi yang di restoran ini rasanya agak pedas dan ada tambahan tteok-nya juga.

View this post on Instagram

•Jjimdak by @eid.halal.korea• ⁣ ⁣ Masih dari rumah makan Eid yang di dekat masjid Itaewon, kayak dipostingan sebelumnya. Ini menu lain yang saya cobain. Namanya Jjimdak. Rasanya agak-agak mirip semur ayam. ⁣ ⁣ Yang di Eid ini Jjimdak-nya dikasih sayuran dan garaetteok (tteok atau makanan dari tepung beras yang kenyil-kenyil biasa buat tteokbokki itu). ⁣ ⁣ Rasanya manis-gurih dan agak pedas. Harganya KRW 10,000 atau sekitar Rp 120.000 sudah termasuk nasi dan aneka kondimen yang kita bisa minta tambah. ⁣ ⁣ Harga bersahabat untuk ukuran dekat tempat wisata di Seoul. Juga sudah bersertifikat halal. 😉⁣ ⁣ #Jjimdak #koreanfood #food #foodie #travelandfood #travelandfoodblogger #traveldiary #Itaewon #Seoul #Korea #SouthKorea #visitkorea

A post shared by Terry Perdanawati (@terry_perdanawati) on

Untuk ukuran restoran yang ada di area wisata, harganya tidak terlalu mahal. Beef Bulgogi harganya KRW 8,000 atau sekitar Rp 96.000 dan untuk Jjimdak harganya KRW 10,000 atau sekitar Rp 120.000.

Yang perlu jadi catatan adalah restoran ini cukup ramai kalau habis selesai salat Jumat. Jadi kalau tidak ingin mengantri panjang dan lebih santai, bisa datang ke restoran ini di hari lain.

  1. Osegye Hyang

Restoran ketiga yang kami rekomendasikan ini tidak bersertifikat halal dan juga bukan milik Muslim, tapi rumah makan vegetarian. Di dalam restorannya sih tulisannya vegan. Jadi kurang tahu juga ini sebenarnya vegetarian atau vegan. Tapi semakin vegan mah semakin aman buat Muslim, ye kan? Hehehe

Meskipun demikian, rumah makan ini sepertinya cukup terkenal di kalangan turis Muslim. Waktu kami berkunjung hari itu berbarengan dengan dua rombongan Muslim.

Di depan gang menuju restoran "Osegye HYang"
Di depan gang menuju restoran “Osegye Hyang”

Lokasi restoran ini di Insadong, tapi bukan di pinggir jalan. Agak masuk-masuk ke gang gitu. Tapi cukup mudah dicari dengan bantuan peta online. Ngomong-ngomong nih ya, googlemaps di Korea agak ngadat, jadi ada baiknya download Naver juga. Hehehe

Berhubung lokasinya di Insadong, sebuah area wisata kebudayaan dan juga perbelanjaan (kalau di Jogja sih seperti Malioboro gitu), jadi untuk harga makanan di area ini cukup tinggi juga. Tapi jangan sedih sih, ada juga menu hemat seperti yang kami pilih ini: Sundubu Jjiggae (Sup Tahu) dan Mandu (Dumpling). Mandu yang tersedia di restoran ini adalah yang jenis Mandu goreng.

Makan siang dengan Sundubu Jjigae dan Mandu di "Osegye Hyang"
Makan siang dengan Sundubu Jjigae dan Mandu di “Osegye Hyang”

Secara rasa enak, lokasi juga nyaman, dan cukup kondusif buat sekadar istirahat makan siang setelah jalan-jalan di Insadong dan sekitarnya. Untuk harga dua menu tersebut adalah KRW 23,000 atau sekitar Rp 275.000.

Kira-kira segitu dulu ya rekomendasi jajan-jajan di Korea kali ini. Mungkin lain kali kalau kami ke Korea lagi akan kami tambahkan rekomendasi jajan-jajan lainnya yang aman buat teman-teman Muslim yang berkunjung ke Korea, terutama di Seoul.

Ya doakan saja kami kapan-kapan balik ke sana lagi, kebetulan udah ada visa Korea untuk multiple entry sih, jadi kalau ada rejeki uang dan rejeki waktu bisa ke sana lagi. Amin.

3 Comments Add yours

  1. Udah ada niat, tapi belom ada duit. hahahaha gpp di list dulu nama2 resto nya. Besok gajian beli tiket. Haseeegg…

    Liked by 1 person

    1. @tey_saja says:

      Semua diawali dengan niat, kemudian dilanjutkan dengan nyepik masboss di grup WA. Siapa tahu kapan-kapan kita dapat bonus piknik di Korea. Amin… HAHAHA

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s