Seoul 2019: Mengunjungi Kembali Kenangan

Setiap orang punya tempat yang disebut rumah. Bagi saya dan Pak Jay ada tiga tempat yang kami anggap sebagai rumah: Yogyakarta, Seoul, dan Minnesota.

Seoul sebenarnya bukan tempat pertama yang kami kunjungi setelah resmi menjadi suami-istri. Sebelumnya, kami sudah bersama-sama ke Jakarta waktu Pak Jay tampil di Java Jazz 2014, dengan pipi saya yang bengkak karena tiba-tiba sakit gigi selama perjalanan. Tapi tentu saja bukan ini yang jadi kenangan manis kami sebagai pengantin baru. HAHAHA

Seoul menjadi tempat kami menghabiskan waktu sebagai pengantin baru (baru beberapa bulan maksudnya). Kami cukup lama tinggal di Seoul karena Pak Jay mengikuti program fellowship selama 5 bulan. Saya sih tidak 5 bulan penuh tinggal di sana, karena waktu itu masih mengajar di UMY.

Bulan lalu kami kembali lagi ke Seoul dalam rangka dua hal: World Premier komposisi karya Pak Jay di acara Seoul International Computer Music Festival dan mengunjungi kembali kenangan-kenangan kami di kota ini dan membuat kenangan-kenangan baru tahun 2019.

Berikut ini tempat-tempat yang kami kunjungi yang mungkin bisa juga jadi tempat-tempat membuat kenangan baru bagi para turis:

  1. Changdeokgung & Changgyeonggung

Dua istana ini lokasinya bersebelahan dan biasa disebut sebagai 동궐 atau Donggwol yang artinya adalah “Istana Timur” karena lokasinya ada di sebelah timur dari Gyengbokgung yang lebih dulu dibangun.

Tahun 2014, dan sepertinya di kunjungan kami kedua tahun 2015 saat Pak Jay diundang untuk pentas di acara Asian Folk Music Festival 2015, kami menyempatkan diri mengunjungi dua istana ini. Tapi entah kenapa tidak ada bosannya juga. Hehehe

Meskipun begitu, di kunjungan kami tahun ini, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Secret Garden. Disebut Secret Garden karena dulunya banget, lokasi ini tidak dibuka untuk umum. Jadi khusus untuk keluarga kerajaan saja.

Secret Garden
Di salah satu sudut Secret Garden

Kalau sekarang, lokasi ini bisa dikunjungi dengan tur yang dipandu oleh petugas, jadi tidak bisa dikunjungi sendiri gitu, kecuali di tanggal 15 Oktober – 15 November saja, pengunjung boleh jalan sendiri ke lokasi ini.

Di Secret Garden ini ada bungalow-bungalow tempat bersantai, kolam, dan juga sawah kecil, dll. Iseng juga ya keluarga kerajaan ya? Kalau tidak ada kerjaan, lalu bercocok tanam di sawah. Soalnya belum zaman media sosial sih ya? HAHAHA

Untuk mengunjungi Secret Garden ini harus siap-siap tenaga lho ya, karena jalannya cukup jauh dan terjal. Saya jadi kepikiran, dulu kalau raja atau keluarganya mau piknik ke Secret Garden gitu kan tidak mungkin jalan kaki sendiri ya? Pasti kan dipanggul gitu. Boyoken juga ya para pengawalnya? HEHEHE

Sawah Mini di Area Secret Garden
Sawah Mini di Area Secret Garden

 

Oh iya, jalan masuk Secret Garden ini persis sebelahan dengan jalan masuk menuju istana Chaggyeonggung yang dari belakang.

Meskipun Changgyeonggung tidak seterkenal Changdeokgung yang lebih banyak dikenal dan dikunjungi turis karena memang istana paling terkenal ke-2 setelah Gyeongbokgung, Changgyeonggung juga tidak kalah menarik juga lho.

Istana ini dibangun oleh raja terutama untuk tempat tinggal ibu suri. Meskipun demikian di istana ini juga tetap ada singgasana yang diperuntukkan untuk raja.

Di kompleks istana ini ada satu kolam bernama Chundangji. Kola mini menjadi menarik bagi saya dan Pak Jay karena menjadi salah satu kenangan kami ketika mengunjungi kompleks istana ini di tahun 2014.

  1. Gyeongbokgung

Sepertinya hampir semua turis yang mengunjungi kota Seoul pasti punya jadwal untuk mengunjungi istana ini ya?

Bulan lalu kami melakukan hal baru yang sebelumnya belum sempat kami lakukan: jalan-jalan pakai Hanbok di istana! Main putri-putrian gitu deh. Hehehe

in Hanbok, at Gyeongbokgung Palace
Pakai Hanbok di istana, biar kayak putri-putri gitu deh. Halah!

Di sekitaran istana, ada beberapa toko yang menyewakan baju tradisional Korea (hanbok) dengan harga antara Rp 150.000 – Rp 200.000 sudah termasuk aksesorisnya dan juga penyewaan loker.

Oh iya, kalau kita pakai baju hanbok, masuk ke istananya gratis (sepertinya ini berlaku di semua istana kerajaan yang di Seoul). Jadi lumayan, cukup bayar sewa hanbok saja, tidak perlu bayar karcis masuknya.

Selain jalan-jalan, pacaran, dan foto-foto di istana ini, kami juga mengunjungi area yang disebut Saenggwabang atau Dessert Department alias dapur makanan penutup di istana ini. Dulunya memang lokasi dapur khusus yang menyediakan minuman dan makanan penutup untuk raja dan keluarganya, sekarang dimanfaatkan kembali untuk para tamu yang ingin mencicipi sajian ala kerajaan Korea.

Namun sayangnya kami sudah kehabisan makanan kecil di hari itu, jadi hanya sempat mencoba tehnya saja. Kami mencoba Samgulda Tea yang dibuat dari gingseng, kulit jeruk, dan jojoba. Enak sih, hangat-hangat segar gitu.

Kudu dicobain nih buat teman-teman yang mau mengunjungi Gyeongbokgung.

Oh iya, sebelum mengunjungi istana-istana yang saya sebutkan di atas, jangan lupa browsing dulu karena biasanya setiap Selasa beberapa istana ditutup untuk umum. Kenapa ditutup? Karena buat syuting drama korea!! Hehehe

  1. Seoul Namsan Tower

Pergi ke Seoul, tentu tidak lupa mengunjungi menara Namsan ya? Selain bisa melihat kota Seoul dari atas, di menara Namsan ini kita juga bisa membeli kartu pos, perangko, dan langsung memasukkannya di kotak surat.

Kebetulan kami kemarin sempat mengirimkan beberapa kartu pos (giveaway) ke Indonesia, juga iseng mengirimkan kartu pos untuk kami sendiri ke Minnesota. Pas banget baru beberapa hari lalu kartu posnya sampai di Minnesota.

Selain itu, yang terkenal juga di area Namsan Tower ini adalah gembok-gembok cinta. Buat muda-mudi (eh yang tua-tui ya boleh juga sih!!) yang dimabuk cinta, bisa pasang gemboknya di sini sebagai lambang cinta gitu deh.

Gembok Cinta Namsan Tower
Selain ada Hakim dan Dira, juga ada Doa Ibu di sana. Sungguh sangat Indonesia. HAHAHA

Bisa bawa sendiri gembok dari rumah (macem gembok pagar gitu ya tidak apa-apa hehehe), tapi bisa juga beli gembok di toko cinderamata di lokasi.

  1. Masjid Itaewon

Idul Fitri tahun 2014 adalah pertama kalinya kami salat Ied tidak di Jogja, tapi di Seoul Central Mosque atau yang banyak dikenal sebagai Masjid Itaewon.

Di kunjungan kami bulan lalu, masjid ini masih seperti dulu sih, selalu penuh dan meluber setiap kali salat Jumat, dan kebiasaan kami pun masih sama. Beli makan siang habis salat Jumat di area sekitar masjid dan juga beli daging di toko daging halal dekat masjid juga.

View this post on Instagram

•Revisiting Memories: Seoul Central Mosque• ⁣ ⁣ 1st picture was taken today after Friday prayer.⁣ ⁣ 2nd picture was taken in 2014 after Eid Al-Fitr prayer. Our first Eid together as husband and wife. ⁣ ⁣ Some people commented when we posted the “Revisiting Memories: Chundangji” saying that we look younger now than on the photo taken 5 years ago. Well, you may say the same thing after seeing these photos at the Seoul Central Mosque. 😁⁣ ⁣ I think it is because Minnesota is very cold, much colder than your freezers, so it preserves us well and even reverse the aging process. 🤣⁣ ⁣ #seoulcentralmosque #ItaewonMosque #travel #traveling #traveldiaries #travelblogger #mosque #masjid #Itaewon #Seoul #Korea #SouthKorea #visitkorea

A post shared by Terry Perdanawati (@terry_perdanawati) on

Di sekitar masjid ini ada banyak pilihan restoran halal yang menawarkan berbagai macam jenis menu dari berbagai negara.

Kalau teman-teman tertarik untuk makan makanan otentik Korea yang halal, silakan baca tulisan saya sebelumnya di Rekomendasi Jajan-jajan di Seoul untuk Turis Muslim.

  1. Myeongdong & Namdaemum

Myeongdong dan Namdaemun ini dua tempat belanja favorit saya sih ya, kurang tahu kalau Pak Jay ya? HAHAHA

Kalau khusus Myeongdong memang Pak Jay punya istilah khusus untuk tempat ini: surga belanja wanita dan jalan pahala bagi pria yang bayarinya.

Soalnya memang Myeongdong ini godaan duniawi banget. Ada banyak toko yang menggoda untuk menguras isi dompet kita, terutama buat yang suka skincare dan fesyen. Antara harus kuat iman atau kuat finansial aja sih. Saya sih sementara ini masih yang pertama aja. HAHAHA

Kalau saya sih selalu sebelum berangkat ke Myeongdong sudah menentukan budget maksimal berapa yang boleh dibelanjakan di sini, kalau sudah habis ya harus pulang, Daripada kebobolan. Hehehe

Agak beda dengan Myeongdong, kalau Namdaemum ini untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, tas, kaos, topi, dll. Harganya cukup miring daripada beli di tempat-tempat wisata lainnya. Jadi pastikan kalau ke Seoul, mampir ke sini buat beli oleh-olehnya.

Di Pasar Namdaemun
Di Pasar Namdaemun

Kadang kalau kita beli agak banyak, sama penjualnya akan diberi diskon. Lumayan lah..

Oh iya, karena kunjungan wisatawan dari Malaysia dan Indonesia cukup meningkat di Korea Selatan, jadi beberapa penjual bisa sedikit-sedikit bahasa Indonesia atau bahasa Melayu. Waktu saya baru lihat-lihat topi, penjualnya udah langsung bilang, “topi..topi.. murah!”

Tahu aja dia kalau saya cari yang murah. HEHEHE

 

  1. Bukchon Hanok Village

Tempat wisata ini sebenarnya adalah semacam sebuah kampung gitu, yang bangunannya masih dipertahankan gaya tradisional Korea. Dulunya, kampung ini adalah tempat tinggal para pejabat kerajaan.

View this post on Instagram

•Evening at Bukchon Hanok Village• ⁣ ⁣ Perkampungan ini dulunya adalah tempat tinggal para pejabat tinggi kerajaan bersama keluarganya gitu. Jadi letaknya tidak terlalu jauh dari istana. ⁣ ⁣ Sekarang jadi deretan restoran, toko, dan juga perumahan warga. Jadi walaupun jadi lokasi turis tapi kita harus tetap menghormati warga sekitar. Jangan berisik gitu lah. ⁣ ⁣ Ini foto dua malam yang lalu, semacam pas maghrib gitu. Kalau Eyang masih ada, ini aku pasti diomelin, “anak zaman sekarang ya, surup-surup kelayapan!” 😅⁣ ⁣ #hanok #hanokhouse #hanokvillage #bukchon #bukchonhanokvillage #travel #traveling #traveldiary #travelblogger #visitkorea #Korea #SouthKorea ⁣ ⁣ ⁣

A post shared by Terry Perdanawati (@terry_perdanawati) on

Sekarang di kampung ini tetap dipakai sebagai pemukiman warga, walaupun di area ini juga ada café dan toko-toko juga. Nah karena meskipun Bukchon Hanok Village adalah tempat wisata tapi juga sekaligus pemukiman warga, jadi diharapkan pengunjung tidak berisik ketika mengunjungi lokasi ini.

  1. National Gugak Center

National Gugak Center atau dalam bahasa Koreanya disebut Gungnip Gugakwon adalah sebuah pusat pelestarian dan pengembangan kebudayaan Korea. Di tempat ini dulu di tahun 2014, Pak Jay belajar musik Korea dan sempat pentas juga di sini.

Di tempat ini juga Pak Jay bertemu dengan professor yang kini menjadi dosen pembimbingnya di University of Minnesota. Jadi tempat ini memang salah satu tempat penting bagi perjalanan hidup kami.

Di tempat ini kita bisa menyaksikan pertunjukan musik dan tari tradisional Korea serta mengunjungi museum musik tradisional Korea. Untuk info lebih lanjutnya bisa kunjungi langsung di website National Gugak Center.

  1. Cheonggyecheon Stream

Sungai buatan di tengah kota Seoul ini cukup populer jadi tempat nongkrong anak-anak muda (dan yang udah nggak terlalu muda lagi macem saya HAHAHA).

Cheonggyecheon Stream
Cheonggyecheon Stream

Di tempat ini kita bisa nongkrong-nongkrong aja, foto-foto, ataupun mendengarkan musik yang dimainkan oleh para musisi yang ngamen di tempat ini.

Oh iya, ini yang baru saya tahu nih. Kita juga bisa scan barcode untuk mendapatkan informasi mengenai Cheonggyecheon Stream ini. Yang hebatnya lagi, bukan cuma dalam bahasa Inggris, keterangannya juga tersedia dalam bahasa Indonesia.

Salah satu bukti ya bahwa wisatawan Indonesia cukup banyak yang mengunjungi Korea Selatan, sampai-sampai dibuatkan keterangan dalam bahasa Indonesia juga.

Explore Cheonggyecheon in Your Language
Tersedia penjelasan tentang Cheonggyecheon dalam 10 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

9. Starfield Library (Coex Mall) dan Arc N Book

Buat para penggemar buku, saya sarankan untuk mengunjungi dua lokasi ini: Starfield Library yang ada di dalam Coex Mall, Gangnam dan Arc N Book yang ada di Euljiro 1(il)-ga.

Saya kelihatan ndeso gitu ketika mengunjungi Starfield Library karena belum pernah lihat ada perpustakaan yang seperti ini. Besar dan bagus!

Meskipun bukunya lebih banyak yang dalam bahasa Korea, tapi ada juga buku-buku dalam bahasa Inggris. Untuk sementara ini buku-buku yang ada di perpustakaan ini disediakan hanya untuk dibaca di tempat. Ada banyak kursi dan meja yang bisa digunakan untuk santai membaca buku maupun untuk mengerjakan tugas.

Berbeda dengan Starfield Library yang merupakan perpustakaan, kalau Arc N Book adalah toko buku. Jadi di sini kita bisa beli bukunya. Tapi selain itu juga memang toko bukunya instagramable sih ya, sehingga tidak jarang juga orang yang datang hanya untuk foto-foto.

View this post on Instagram

•At the Arc N Book•⁣ ⁣ Waktu saya masih umur 6 atau 7 tahun gitu pas di pengajian anak-anak ada ustadz yang membahas tentang surga. Katanya di surga nanti kita bisa punya apapun yang kita mau. Tapi kita harus jadi anak baik supaya masuk surga. ⁣ ⁣ Beberapa teman saya mau punya mainan banyak, makanan dan minuman macam-macam, dll. Kalau saya kebanyangnya pingin punya buku banyak tanpa harus minta uang orang tua buat beliin bukunya. ⁣ ⁣ Semacam bayangan polos anak-anak ya? Tapi sampai sekarang pun saya masih membayangkan saya mau punya perpustakaan pribadi yang penuh buku gitu di surga nanti. Terus yang jaga perpusnya Jason Statham. 🤣⁣ ⁣ Pak Jay? Ya dia yang nemenin aku baca buku dunk, mosok dia ku suruh jadi penjaga perpus? Teneh kualat. 😝⁣ ⁣ #books #bookstore #arcnbook #travel #traveldiary #traveling #travelblogger #Seoul #visitkorea #SouthKorea

A post shared by Terry Perdanawati (@terry_perdanawati) on

Di toko buku ini ada hal lain nih yang menarik, komputer yang digunakan untuk mencari stok buku ada di dalam booth yang menyerupai booth telepon warna merah yang ada di Inggris. Ya sementara foto dulu di sini ye kan? Siapa tahu kapan-kapan foto di yang beneran di Inggrisnya. Hehehe

Sebenarnya masih ada banyak tempat yang bisa dikunjungi di Seoul, tapi karena waktu kami yang terbatas, dan karena urusan utama ke Seoul kemarin adalah menemani Pak Jay di Korea Electro Acoustic Music Society Annual Conference dan sekaligus menampilkan karya “Ungklang-Angklung” di Seoul International Computer Music Festival.

Semoga bermanfaat ya buat teman-teman yang berencana ke Seoul dan masih mencari-cari rekomendasi mau jalan-jalan kemana.

Oh iya, buat yang mau ke Seoul dan berencana membuat visa, mungkin cocok juga untuk baca pengalaman saya mengurus visa multiple entry ke Korea Selatan. Semoga bermanfaat!!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s