12 Trik Belanja dan Masak Selama Swakarantina

Beberapa hari yang lalu saya melihat himbauan yang diunggah di akun media sosial mas Roni Lantip, tentang belanja seminggu sekali selama masa pandemik ini. Tujuannya supaya tidak banyak keluar rumah. Nah ternyata ada beberapa orang yang memberikan respon bahwa belanja seminggu sekali tidak mudah, terkait dengan penyimpanan barang belanjaan dan lain-lain.

Belanja Seminggu Sekali
Dibagikan oleh mas @Lantip via Twitter

Jadi kali ini saya ingin berbagi tips untuk belanja dan memasak, yang bisa diterapkan selama masa swakarantina atau bekerja dari rumah (work from home). Dalam keadaan normal, biasanya saya belanja 2 minggu sekali. Alasannya sederhana, suami saya gajiannya 2 minggu sekali. Sedangkan dalam keadaan pandemik sekarang ini ternyata kami bisa bertahan setidaknya 3 minggu sekali belanjanya. Lumayan, pengiritan.

Berikut ini ya tips dari saya yang mungkin bisa jadi inspirasi:

  1. Bentuk Pola Pikir

“Ah lebay! Ngapain mau belanja aja kudu mikirin pola pikir?” Menurut saya, ini justru yang paling utama. Kita harus membentuk pola pikir dulu kalau ini keadaan yang darurat atau kejadian luar biasa. Sehingga kita mau tidak mau akan harus melakukan sesuatu yang berbeda.

Dengan demikian, supaya kita tidak lagi kepikiran bikin alasan “lha saya biasanya belanjanya dua hari sekali kok.” Atau “saya biasanya begini dan begitu…”

Kalau masih teguh kukuh dengan apa yang biasa kita lakukan, ya akan sulit untuk beradaptasi di masa krisis ini.

Sehingga kita perlu sabar. Ini adalah ujian.

Mari kita bentuk pola pikir kalau ini bukan kejadian yang biasa. Jadi belanja dan masaknya pun bisa jadi tidak bisa seperti biasanya. Belanjanya tidak bisa sesering biasanya dan masaknya bisa jadi tidak dengan bahan yang selengkap biasanya. Harap sabar, ini ujian. Hehehe

 

  1. Rencanakan Belanja

Langkah yang kedua, rencanakan belanja. Jangan panik. Orang lain mau panic buying ya udah biarin aja lah. Tapi kita jangan.

Belanjaan
Catat kebutuhan dalam seminggu dan belanja sesuai rencana. Kalau yang ingin dibeli tidak tersedia, lakukan improvisasi. Hehehehe

Kenapa? Karena kalau panik, justru belanjanya tidak terencana. Sehingga bisa jadi yang harus dibeli malah tidak terbeli dan apa yang tidak perlu-perlu amat jadi malah terbeli banyak. Mubazir kan?

Jadi sebelum belanja, catat dulu kebutuhan dalam seminggu ini apa? Biasanya butuh beras berapa kilo? Minyak goreng berapa liter? Gula, garam, bumbu, dll.

Selain itu, coba rencanakan menu yang akan dimasak dalam seminggu apa saja. Sehingga sebelum berangkat belanja, kita sudah tahu apa yang dibeli. Selain bisa mengurangi kemungkinan panic buying juga akan mempersingkat waktu belanja kita. Jadi bisa mengurangi kemungkinan tertular covid-19.

 

  1. Memilih Jenis Sayur dan Buah

Selain kita harus memilih sayur dan buah yang segar supaya tahan lama, kita juga perlu perhatikan juga jenis yang kita beli. Usahakan beli sayur dan buah yang tahan lama dan tidak mudah busuk.

Untuk sayuran, saya sarankan beli wortel dan kol (kubis). Karena dua jenis sayuran ini murah, lumayan tahan lama dan bisa dimasak untuk variasi yang sangat banyak. Dari mulai sop, orak-arik, cap cay, pecel, gado-gado seadanya, dll.

Sayuran hijau juga bisa dipilih seperti kangkung dan daun bawang yang nanti akan saya bagikan trik penyimpanannya di tips no.7. Sedangkan untuk sawi, saya sarankan beli sawi putih daripada sawi hijau. Karena sawi putih lebih tahan lama daripada sawi hijau, sedangkan sawi putih juga tidak kalah luwes untuk dimasak.

Untuk buah, bisa dipilih buah-buahan seperti apel, pir, pisang, atau jenis buah lain yang tersedia dan tidak mudah busuk. Bisa juga diakali dengan variasi buah misalnya beli dua jenis buah, satu buah pepaya dan satu sisir pisang.

Pak Jay memilih apel yang mau dibeli
Pak Jay memilih apel yang mau dibeli.

Beli pepayanya yang masih mengkal dan pisang yang belum matang. Hari pertama, bisa makan papaya mengkalnya dengan sambal. Jadi rujak deh. Hari selanjutnya bisa dimakan lagi pepayanya kalau belum habis. Sambil menghabiskan pepaya, pisang yang dibeli akan mulai matang. Jadi kalau pepayanya habis, lanjut bisa dimakan tiap hari pisangnya!

 

  1. Perlu kah Beli Makanan Instan?

Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, memang ada baiknya kita lebih banyak makan sayuran dan buah dan mengurangi konsumsi makanan instan. Tapi bukan berarti tidak boleh. Boleh kok beli makanan instan, tapi jangan berlebihan.

Makanan instan atau kemasan yang umumnya mudah dijangkau seperti telur asin, abon, kornet, sarden, mie instan, nugget, sosis, dan juga bumbu-bumbu instan.

WhatsApp Image 2020-03-28 at 11.48.38 AM

Untuk mengurangi rasa bersalah karena makan makanan instan, kita bisa memasukkan sayuran ke dalam masakannya. Misalnya tambahkan irisan daun bawang ketika masak kornet, tambahkan irisan tomat saat masak sarden, tambahkan kol atau sawi (bisa sawi putih atau hijau) saat masak mie instan, dll.

Sayuran beku juga boleh dibeli untuk disimpan dalam freezer untuk jaga-jaga jika sayuran segar kita habis.

 

  1. Membeli Barang Kebutuhan Lainnya

Selain kebutuhan makanan, kita juga butuh belanja barang keperluan rumah tangga lainnya seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, tisu, dll.

Rencanakan dengan baik. Jika memungkinkan, beli yang kemasan besar. Selain biasanya jatuhnya lebih murah, juga lebih tahan lama sehingga tidak bolak-balik harus pergi belanja.

 

  1. Lakukan Metode Belanja yang Mengurangi Risiko Penularan

Jika memungkinkan, belanja di tempat yang tidak berjejalan sehingga mengurangi kemungkinan kontak dengan orang lain. Ketika belanja di toko swalayan, ada baiknya menggunakan metode non-tunai agar mengurangi kemungkinan penularan lewat uang. Jika menggunakan kartu untuk membayar, jangan lupa dibersihkan juga setelah sampai rumah.

Jika memungkinkan, bisa juga belanja secara online. Kalau belanja di pedagang tradisional atau kang sayur, siapkan uang receh sehingga bisa membayar dengan pas. Atau boleh juga kalau kembaliannya tidak terlalu banyak, bisa kita ikhlaskan aja ke penjual sayurnya. Supaya kita terhindar juga memegang uang kembalian yang tidak jelas juga sudah berpindah tangan berapa kali.

 

  1. Menyimpan Bahan Makanan

Salah satu trik yang sudah banyak dibagikan oleh teman-teman yang lain adalah simpan sayuran dan daging di wadah tertutup dengan dilapisi tisu agar tahan lama.

Selain itu, untuk menyimpan daging, simpanlah satu wadah untuk satu kali kita masak. Misalnya satu kali masak sekitar setengah kilo, maka kalau punya satu kilo ayam/daging sapi dibagi dua. Saran saya, masukkan satu wadah ke freezer, satunya ke kulkas bawah. Kita bisa masak dulu yang di kulkas bawah, lalu masak yang di freezer lain waktu.

Sayuran seperti kangkung dan daun bawang tidak perlu dimasukkan dalam kulkas. Untuk kangkung, masukkan dalam ember kecil dan beri air sekitar 10 cm. Simpan di tempat yang terkena cahaya matahari. Selain kangkung akan awet, juga bisa tumbuh. Kalau mau dimasak, ambil daun dan cabangnya saja. Biarkan batangnya utuh, nanti bisa tumbuh lagi. Lumayan kan? Hehehe. Tiap hari kalau bisa diganti airnya, karena kadang-kadang ada nyamuk bertelur di media seperti ini.

Untuk daun bawang juga tidak jauh beda, masukkan dalam wadah, isi air sekitar 5 cm. Tambahkan airnya tiap tinggal sedikit. Kalau mau masak, potong bagian atasnya aja. Nanti dia akan tumbuh lagi.

Bonus tips: kalau bawang putih atau bawang merah yang disimpan ternyata tumbuh daunnya, bisa juga dimasukkan dalam wadah diberi air, daunnya bisa dimasak, dan bisa tumbuh lagi dan lagi.

Bumbu seperti daun salam kering, bawang merah, dan bawang putih tidak perlu disimpan di kulkas. Daun jeruk, daun salam segar, dan serai bisa disimpan di freezer. Pete dan kelapa parut juga bisa disimpan di freezer.

Telur ayam bisa disimpan di dalam kulkas untuk lebih tahan lama, tapi kalaupun di luar kulkas juga tidak apa-apa kalau terpaksa. Ini berlaku untuk telur di Indonesia ya, tidak berlaku untuk telur di Amerika. Telur di Indonesia hanya dibersihkan dengan air, sedangkan telur di Amerika dibersihkan dengan cairan yang berakibat mengikis ketahanan kulit telur melawan bakteri. Sehingga telur-telur di Amerika kudu banget wajib ‘ain kudu masuk kulkas.

Mengetahui mana yang perlu disimpan di freezer, di kulkas, maupun di luar kulkas ini bisa membantu kita untuk menata dan merencanakan menu masakan juga.

 

  1. Rencanakan Menu Masakan Seminggu

Setelah kita menata barang belanjaan kita dan menyimpannya, saatnya bikin rencana menu masakan. Urutkan dari yang bahannya paling mudah busuk/basi. Urutkan dari yang ada di kulkas sebelum melirik apa yang ada di freezer.

Dengan demikian, kita mengurangi kemungkinan membuang makanan karena basi/busuk dan menjaga stok kebutuhan makanan tetap aman sampai minggu depannya.

 

  1. Masak Masakan yang Tahan Lama

Buatlah masakan yang tahan lama untuk jaga-jaga misalnya tiba-tiba malas masak, contohnya: serundeng, kering tempe/kentang, rendang, dll.

Kita juga bisa bikin ayam diungkep kemudian dimasukkan ke dalam wadah kedap udara. Tinggal goreng jika kita mau makan.

 

  1. Rendang Three Steps!

Rendang adalah salah satu masakan khas Indonesia yang terkenal tahan lama. Tapi ternyata ada satu hal lain yang mungkin belum banyak orang tahu. Rendang ini sesungguhnya bisa jadi tiga jenis lauk berbeda dalam prosesnya.

Salah satu saudara saya yang orang Minang, penah bilang ke saya kalau “kalau masih ado kuahnyo iko gulai, kalau kuahnyo kental iko kalio, kalau alah kariang iko lah sabananyo rendang”. (Kalau masih ada kuahnya, itu gulai. Kalau kuahnya kental, itu kalio. Kalau sudah kering, itu lah sebenarnya rendang).

View this post on Instagram

Kalio Ayam⁣ ⁣ Dalam perjalanan menuju jadi Rendang, tapi udah ada yang kelaparan. Jadi kita makan kalio dulu aja lah ya separuh. Nanti separuhnya lagi dilanjut dimasak lagi biar jadi rendang 😁⁣ ⁣ Jadi sesungguhnya aku baru ngerti bedanya kalio dan rendang setelah menikah dengan pria setengah Minang ini 😝⁣ ⁣ Oh iya, kalio dan Insya Allah rendang yang dibuat kali ini hasilnya lebih memuaskan karena pakai daun kunyit, sebuah bumbu yang hakiki buat masakan Minang. ⁣ ⁣ Jadi hikmahnya adalah besok kalau musim panas atau musim gugur mesti beli lagi daun kunyit terus dikeringin dan disimpan kayak sekarang. Lumayan langka sih, tapi sekarang udah tahu di mana yang jual. Semoga musim panas/gugur depan dia jualan lagi 😁⁣ ⁣ #kalio #kalioayam #MasakanMinang #MasakanIndonesia #Indonesianfood #indonesianculinary #resep #resepmasakan #food #foodie #foodgasm #foodpost #instafood #teyskitchen #wtxwrbj #minnesota #usa #mylifeinusa⁣

A post shared by Terry Perdanawati (@terry_perdanawati) on

Jadi, kalau teman-teman punya daging sapi atau daging ayam agak banyak, bisa bikin sekalian. Pas udah mendidih dan dagingnya matang tapi masih ada kuahnya. Matikan kompor. Nikmati gulainya. Sisanya bisa dimasukkan ke kulkas.

Besoknya, panasi lagi sampai kuahnya kental. Matikan kompor, nikmati kalionya. Sisanya masukkan ke kulkas. Besoknya, masak lagi sampai kering. Jadilah rendang!

Jadi, dalam tiga hari kita akan makan lauk yang berbeda, namun sesungguhnya intinya sedang menuju rendang juga! Seru kan?

 

  1. Kreatif dan Sedikit Ugal-ugalan Tidak Masalah

Ingat yang saya sampaikan di poin nomor satu? Ini keadaan yang tidak biasa. Jadi perlu disikapi dengan tidak biasa juga.

Kita perlu kreatif dalam memasak. Pakai bahan yang ada seadanya dan kembangkan kreativitas kita. Ugal-ugalan sedikit tidak apa-apa. Tidak harus sempurna seperti hari-hari biasanya. Yang penting perut kenyang dan badan sehat.

 

  1. Selamatkan Makanan yang Hampir Busuk/Basi

Meskipun kita sudah merencanakan memasak atau makan dimulai dari bahan yang mudah busuk/basi, tapi kadang masih ada terlewatkan juga.

Salah dua yang sering terlewatkan adalah buah dan roti tawar. Kita harus kreatif untuk cari solusi supaya tidak ada makanan yang terbuang.

Untuk buah yang bisa dibuat jus. Buat aja jusnya. Kalau tidak akan langsung dikonsumsi, masukkan dalam plastik es lalu simpan di freezer. Lumayan kan, jadi punya es buah? Kalau pisang, bisa juga dimasak di atas telfon yang sudah diberi margarin/mentega, tambahkan juga gula jawa yang sudah diserut. Udah jadi punya pisang panggang kan?

Untuk roti tawar, bisa dibuat dua variasi: asin atau manis. Iris roti tawarnya, kasih mentega/margarin yang sudah dicairkan, tambah lada dan garam, juga bawang putih bubuk dan parsley flakes jika punya (tidak wajib). Campur sampai merata. Taruh di loyang. Panggang sampai kering dalam oven. Ini jadinya crouton. Simpan di wadah kedap udara. Bisa digadoin gitu aja atau dicampurkan dalam salad.

Versi manisnya, setelah diiris kecil-kecil cukup tambahkan mentega/margarin cair. Taruh di loyang, lalu panggang sampai kering di oven. Simpan di wadah kedap udara.  Kalau mau dimakan, tambahkan madu. Enak buat camilan sambil nonton film.

Kalau tidak punya oven gimana? Pakai Teflon aja. Kalau bisa yang ada tutupnya. Tapi nanti jadinya tidak bisa sekering kalau pakai oven jadi lebih tidak tahan lama.

Kira-kira demikian tips dan trik dari saya, semoga bermanfaat buat teman-teman yang saat ini sedang menjalani swakarantina dan kerja dari rumah (work from home). Semoga kita selalu sehat dan selamat ya. Tetap bersabar. Insya Allah semua ini akan berakhir. Amin.

 

 

 

 

 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s