Pesona Negeri Empat Musim dan Tips Menghadapi Perubahan Musimnya

Hae,

Kali ini blog saya diramaikan oleh blogger tamu yang sudah jauh lebih berpengalaman daripada saya mengenai per-mamahrika-an. Di dalam tulisan ini, mbak Arifah Mardiningrum akan berbagi cerita tentang kehidupan di negara empat musim yang menarik, lengkap dengan berbagai tips. Termasuk penjelasan kenapa tangan saya mulai mbekisik dan krim pelembab bawaan dari Indonesia tiba-tiba menjadi tiada berguna hahaha.

Selamat menyimak!

———————————————————————

Seorang teman yang baru saja sampai dan tinggal di US, tepatnya di Minnesota, yang mengaku bernama Ibu Watik Preman Minessota yang dulunya dikenal dengan Watik Preman Wirobrajan meminta saya bercerita tentang pengalaman saya tinggal di US selama kurang lebih dua tahun. Katanya tentang apa saja yang menarik selama saya di sana, dan ditulis dalam sebuah blog post.

Hmm…perlu waktu lama, mandi kembang tujuh rupa, dan perenungan mendalam tentang mana topik yang harus saya pilih (dan tentu saja saya hanya lebay). Tapi nggak lebay kalau saya bilang memang semua pengalaman saya di sana menarik. Akhirnya saya putuskan saja mengikuti tangan saya melangkahi keyboard komputer mengikuti perintah otak saya yang mengurai memori yang semua sudah sangat saya rindukan. Menulis inipun rasanya agak berat karena saya mulai membayangkan indahnya daun berguguran di musim gugur di sana sekarang (dan mulai sok mellow). Nah, kalau gitu saya mulai dari cerita tentang musim saja deh.

Sebagai orang Indonesia yang seumur hidup cuma tahunya musim kemarau, musim hujan, di samping musim duren, musim kawin, dan musim lainnya, saya selalu ingin melihat seperti apa suasana di negara empat musim. Yang paling pengen lihat dan merasakan tentu saja salju karena waktu itu, bayangan saya musim semi itu cuma sekedar bunga mulai bermekaran, musim gugur cuma sekedar daun-daun berguguran, dan musim panas ya sekedar panas aja. Jadi saya pikir, kalau itu mah di Indonesia juga ada. Jadi hanya saljulah yang nggak ada. Salah besaaaaaar!

Semua musim itu punya keistimewaannya masing-masing yang jauuuuuh beda dengan yang ada di Indonesia. Dan berhubung saya termasuk orang yang bisa senyum sendiri hanya karena melihat langit yang indah, maka tentu saya termasuk yang menganggap empat musim ini istimewa, seistimewa kota yang saya tinggali sekarang di Indonesia.

FALL

Saya sampai di US, tepatnya di Indiana, Pennsylvania, untuk memulai perjalanan meraih gelar S2 saya di awal bulan September. Saat itu sedang musim panas (Summer) menjelang musim gugur (Fall). Jadi, siang hari masih sangat panjang. Saya ingat waktu itu, jam 8 malam saja baru shalat Maghrib. Matahari summer masih bersisa, namun udara dingin fall sudah mulai datang. Yang paling membuat saya takjub waktu itu adalah intensitas sinar matahari. Sinar matahari di US sangatlah terang dan silau. Jika keluar dan tidak memakai kacamata hitam, mata saya pasti sakit karena silau dan susah melihat dengan jelas. Untung saya sudah membawa kacamata riben minus dari Indonesia berdasar saran dari teman. Tetapi anehnya, sinar matahari yang seterang itu tidak terasa panas. Hanya sedikit hangat saja dan tidak membuat berkeringat. Saya sering menyebutnya fake sunshine…hehe, karena meskipun terang benderang, tapi kemana-mana saya mulai harus memakai jaket. Jaket yang saya pakai hanyalah yang tipis yang saya bawa dari Indonesia. Dan lagi, matahari di summer menjelang fall sudah tidak lembab lagi. Tetapi tidak setiap hari karena kehangatan matahari masih kadang terasa di hari-hari tertentu.

arifah-2
Pohon-pohon berubah mulai berubah warna di musim gugur

Fall semakin menyeruak. Halaman kampus mulai dipenuhi daun berwarna-warni. Baik yang masih hijau, kuning, sudah memerah, ataupun coklat karena kering berguguran semua. Bahkan beberapa daun itu berwarna ungu. Semua berbaur dan “mengotori” halaman dengan indah. Pemandangan yang tidak akan saya lupakan, karena saya juga abadikan di kamera saya entah berapa ratus kali. Pohon-pohon pun mulai berwarna warni. Warna yang mendominasi adalah kuning dan merah. Jika mengunjungi tempat yang penuh dengan pepohonan, saya yakin-seyakinnya, semua orang yang melihat akan takjub. Bahkan orang yang sudah tinggal dan lahir di sana pun mengagumi keindahan musim gugur. Apalagi saya. Ini bukan sekedar daun gugur satu persatu karena sudah tua. Ini daun gugur masal. Seperti pawai alam warna warni, pamer keindahan ciptaan Tuhan.

arifah-3
Dedaunan cantik di musim gugur

Di balik keindahan fall yang luar biasa, ada hal yang tak terlalu menyenangkan bagi saya. Sebagai manusia tropis, saya terbiasa memakai hand and body lotion seadanya. Yang penting ada UV filternya. Dan saya termasuk yang agak males memakai dalam jumlah banyak. Udara fall sudah lumayan dingin. Anginya berhembus lumayan kencang. Mungkin untuk membantu daun-daun turun dari singgasananya. Hujan juga kadang turun. Meskipun belum sedingin musim dingin (winter), angin yang berhembus membuat kulit sangat kering dan rusak. Dari situ saya belajar kalau di US, jangan malas pakai lotion yang cukup, dan lotion yang dipakai berbeda dengan lotion summer, karena tujuannya beda juga. Ada lotion yang dibuat khusus untuk membantu melembabkan kulit yang kering karena udara dingin. Dan ketika saya bilang kering di sini, jangan dibayangkan seperti kulit kering di negara tropis seperti Indonesia.

Seluruh badan saya, termasuk muka rasanya rusak semua. Gatal dan tidak nyaman kalau tidak diberi lotion. Baju–baju saya sampai kotor semua, bukan karena keringat, tapi karena kulit kering. Jadi bagaikan ketombean tetapi seluruh badan. Iiih, nggak enak banget ya dibayangin. Ini diceritain biar yang baca tahu aja kalau mau ke negara empat musim, pilihlah lotion yang tepat. Hehe, macam iklan. Tapi tenang…ini kan problem anak baru yang masih belajar. Lama kelamaan terbiasa juga merawat diri dengan cara berbeda dari di Indonesia. Termasuk, percayalah, Anda akan mulai terbiasa mandi sekali sehari juga….hihi karena memang sudah cukup. Kan nggak keringetan?

WINTER

Bulan November, angin dingin mulai berbeda. Dinginnya mulai semakin menusuk. Dan terjadilah yang dinanti. Ketika salju pertama jatuh di Indiana, saya kebetulan pas keluar kota. Jadi sempat kecewa, karena pas pulang, salju sudah tidak muncul-muncul lagi. Tetapi akhirnya turun juga. Saya ingat waktu itu betapa bahagianya saya ketika pulang kuliah, salju turun kecil-kecil. Bagi saya, itu terlihat cantik sekali, meskipun bagi teman-teman sekelas saya yang mayoritas orang Amerika, salju dan winter adalah hal yang menyebalkan. Pulang dari kampus, jalan sama mereka, saya jalan sambil senyam senyum dan tertawa bahagia bagaikan anak kecil, sedang mereka menggerutu. Hehe.

Setelah musim dingin benar-benar datang, salju mulai menebal. Melihat salju turun deras atau snowstorm dari jendela apartment atau jendela perpustakaan adalah salah satu favorit saya. Butiran salju yang turun dan menari-nari terbawa angin akan terlihat sangat indah, meskipun mungkin tidak begitu menyenangkan berada di bawahnya jika kita termasuk yang tidak tahan dengan suhu di bawah nol derajat celcius. Hehe. Menurut saya, paling cantik adalah salju yang fresh, baru saja turun dan belum tersentuh kaki-kaki manusia. Salju fresh seperti ini belum bisa dibuat apa-apa.

arifah-4
Salju yang baru saja turun dan masih putih bersih

Setelah hari berikutnya, jika tidak turun salju lagi, maka butiran salju akan sedikit berubah tekstur, dan saat inilah, salju bisa dibuat snowman. Suatu hari, pulang dari kampus, sebelum maghrib, saya melihat kumpulan salju di belakang apartment, dan memutuskan membuat Olaf versi saya sendirian. Pokoknya, manfaatkan waktu yang sedikit untuk melakukan yang lama ingin kita lakukan. Prinsip saya, ada teman oke, nggak ada teman, sendiri tidak masalah.

Nah, setelah beberapa minggu, salju yang sudah ketumpuk-tumpuk salju baru, dan hujan air, akan mengeras. Inilah saat tepat untuk main ski dan sledding (meluncur dari atas bukit bersalju dengan papan sledding). Dan karena kampus menawarkan program sledding bareng, tentu saya ikut. It was super fun! Udah lupa umur deh. You will forget that you’re not a child anymore. Of course you will realize you get older, ketika harus naik bukit bersalju, untuk meluncur dari atas bukit. But it’s worth it.

arifah-5
Sledding

Winter memang bisa terlihat sangat indah dengan bumi yang berselimut putih. Tetapi semua musim ada bagian nggak nyamannya. Pertama tentu hawa dingin yang luar biasa. Apalagi Pennsylvania termasuk state yang tebal saljunya. Yang perlu diwaspadai adalah frostbite. Ini berupa serangan pada kulit karena hawa dingin yang teramat sangat. Frostbite bisa sangat berbahaya. Pernah suatu hari, saya berjalan ke supermarket untuk belanja mingguan. Saya pikir, karena sudah memakai baju hangat, jaket winter (yang kalau dipakai di Indonesia bisa buat spa), boots winter, dan sarung tangan tebal untuk winter, saya tidak akan terlalu kedinginan. Tetapi saya waktu itu lupa, bahwa suhu bisa sangat ngedrop sehari setelah turun salju. Yang saya rasakan, justru pas salju sedang turun, udara tidak seberapa dingin. Tetapi bisa sangat parah sehari setelah itu. Dengan angin yang berhembus lumayan semilir, saya yang membawa belanjaan berat tidak bisa menyembunyikan tangan saya di saku jaket, mulai kedinginan dan merasakan perih di telapak tangan. Rasanya sakit sekali. Sempat terpikir mungkin saya kena frostbite.

Sampai apartment, heater di ruangan yang sudah saya setel paling tinggi tetap tidak langsung membantu. Perlu waktu agak lama menyembuhkan rasa perih dan rasa dingin saya meskipun saya sudah coba kurangi dengan air panas. Sejak itu, saya tidak lagi meremehkan udara dingin winter dan pakaian yang saya pilih. You just don’t mess with the nature. Di samping rasa dingin yang luar biasa, udara winter juga bisa merusak kulit karena kulit kita jadi sangat kering. Jadi memakai lotion dengan jumlah banyak sangatlah dianjurkan.

Selain itu, winter yang syahdu, dengan waktu malam yang lebih panjang (jam 4 sore sudah maghrib dan subuh jam 7 pagi), bisa membuat orang menjadi sedih tanpa alasan. Apalagi bagi saya yang waktu itu tinggal sendirian, jauh dari keluarga, tentu kadang terserang juga. Ada kalanya, saya cuma duduk melihat salju turun di luar, dan tiba-tiba menangis, dan saya tidak tahu alasannya. Jadi, sering-sering ketemu teman mungkin akan membantu coping with the winter. Orang-orang juga tidak begitu ramah.

Winter sepertinya membuat orang-orang Indiana yang biasanya ramah jadi agak jutek. Kerasa banget bedanya dibandingkan summer. Oya, yang lain yang tidak menyenangkan dari winter adalah ketika salju sudah mulai lumer dan sudah tercampur tanah. Nggak enak banget dilihat. Sudah tidak cantik lagi. Plus, jika salju mengeras di suhu di bawah nol, yang biasa disebut sebagai black ice, berjalan dari kampus yang biasanya cuma menghabiskan waktu 15-an menit, bisa menjadi setengah jam. Black ice sangatlah licin. Jadi berjalan harus hati-hati dan pelan-pelan, atau kita bisa terpeleset, and it’s not gonna be pretty. Rasa malunya ituuuu..hihi.

SPRING

Udara mulai menghangat, musim dingin mulai menjauh, dan keajaiban alam berikutnya datanglah. Ketika winter, semua tanaman seakan mati suri. Namun setelah salju berhenti turun, mulailah bermunculan putik-putih bunga dan segala macam tumbuhan dari dalam tanah. Pohon-pohon yang gundul mulai mengeluarkan pucuk-pucuk daun dan bunga secara serentak. Benar-benar pemandangan yang luar biasa. Belum pernah saya melihat yang seperti ini. Seakan semua tanaman bangun secara masal. Saya ingat sering senyum sendiri tanpa saya sadari karena melihat keajaiban ini. It almost felt like falling in love (dan saya tidak sedang lebay). It was juuuuuuuust soooo pretty.

Yang paling menakjubkan dari musim semi (spring) adalah Bunga dari pohon crabapple yang membuat satu pohon berwarna pink, putih, dan ada juga yang biru. Jadi, ada jenis pohon yang memunculkan bunga dulu di seluruh cabangnya. Ini hanya akan berlangsung sekitar satu sampai dua minggu. Setelah itu, semua bunga ini akan gugur dan berganti dedaunannya.

arifah-7
White Crabapple

Bunga lain yang menakjubkan yang hanya muncul di spring adalah tulip. Kebetulan, kampus saya memiliki koleksi tulip yang lumayan dari segala warna. Mereka muncul dan mekar secara bersamaan dengan warna warni yang mencolok. Pemandangan yang membuat hampir semua yang lewat, menyempatkan waktu memotret. Tetapi sayangnya, spring tidak berlangsung lama, karena proses blooming tidak perlu waktu banyak. Yang jelas, berjalan-jalan di musim semi sangatlah menyejukkan hati. Ini karena hewan-hewan kecil-kecil seperti tupai dan burung-burung mulai bermunculan juga, seakan menari dan menyanyi. Sepanjang jalan, suara kicauan burung terdengar dimana-mana. Spring akan membuatmu tersenyum. Rasanya senang dilahirkan di musim semi. Seakan alam ikut merayakan hari ulang tahun saya di bulan April.

arifah-6
Bunga-bunga tulip bermekaran di musim semi

Dan meskipun semua musim ada plus minusnya, bagi saya, spring tidak ada negatifnya. Semuanya indah. Tetapi, bagi orang yang memiliki alergi serbuk bunga, bisa agak terganggu karena tentu akan sering bersin. Jadi, obat alergi harus diminum setiap hari.

SUMMER

Dan tibalah musim yang dinanti-nanti semua anak sekolahan. It’s summer time! Musim panas (summer) jatuh pada sekitaran akhir Mei atau awal Juni dimana sekolah sudah mulai libur panjang (sampai sekitar tiga bulan). Awal summer, saya kebetulan travelling ke daerah barat (West). Bersama tiga teman, saya travelling ke Nevada, Arizona, Utah, Wyoming, Idaho yang semuanya merupakan daerah tak bersalju yang lumayan panas dan berupa daratan gersang yang dipenuhi gurun tandus. Jadi musim panas sangatlah terasa di sana. Udara mulai terasa seperti di Indonesia, yaitu panas dan lembab. Bahkan ketika kami hendak pulang di awal Juni, suhu di atas 100⁰ F atau sekitar 38⁰ C. Panas seperti ini sudah mulai menyiksa mata karena silaunya dan kulit karena sengatannya. Saat seperti inilah, lotion dengan UV filter diperlukan. Inilah tidak nyamannya summer bagi saya.

arifah-8
Salah satu kegiatan di liburan musim panas

Yang menyenangkan di summer tentu bahwa udara hangat, hari cerah tanpa hujan, musim liburan, dan semua orang super ramah. Haha. Seakan semua orang gembira ria. Tiap ke supermarket, orang-orang terlihat bahagia dan saling menyapa. Yang jelas, inilah waktunya jalan-jalan dan mengunjungi teman. Di musim ini, akan banyak juga orang yang berjemur di luar, dan anak-anak kecil bermain di luar rumah dengan orang tuanya. Selain itu, di musim panas, pohon semuanya sudah menjadi hijau dan lebat. Jadi, pemandangan alamnya juga indah, meskipun didominasi warna hijau saja. Ada juga bunga-bunga yang muncul hanya di musim panas, meskipun tidak sedominan bunga musim semi.

arifah-9
Tomat segar di musim panas

Wuih, ngomongin musim aja banyak ya? Apalagi ditambah hal-hal lain yang berbeda dengan hidup di kampung halaman. Salah satunya adalah perbedaan waktu yang bisa sangat mencolok. Sebagai orang Indonesia yang terbiasa dengan jam shalat yang itu-itu saja dan jadi terlena, saya lumayan kesulitan menyesuaikan waktu. Jadi sering kacau waktu shalatnya. Hehe.

Bagaiman tidak kacau kalau hari ini jam 4 sudah maghrib, besok hari bisa saja jam 7 malam baru maghrib. Belum lagi ada pengurangan jam di musim dingin. Jadi sering bingung mengenali waktu. Tetapi semua menjadikan saya lebih waspada. Lebih sering mengecek perkiraan cuaca yang mayoritas akurat. Lebih merawat diri. Banyak lah yang menarik yang bisa dipelajari dari tinggal di negeri orang. Jadi sadar betapa lumayan challenging hidup di sana dan bahwa kita yang tinggal di tempat tropis sebenarnya sangat dimanja. Misal saja berpuasa di musim panas. Di sana, orang puasa dari jam 4 pagi sampai jam 8 malam kalau Ramadhan jatuh di summer.

Selain itu, kita selalu bangga bahwa alam Indonesia itu yang terbaik. Tidak salah sih bahwa alam kita memang cantik. Tapi kalau kita keluar dan melihat dunia, ternyata, bukan cuma Indonesia kok yang cantik. Keajaiban itu ada dimana-mana jika kita mau melihatnya.

 

TENTANG PENULIS

arifah-10

Arifah Mardiningrum adalah seorang perempuan ceria yang mengajar di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta. Alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNY, dan alumni program TESOL  Indiana University of Pennsylvania. Salah satu hobinya adalah karaoke dan juga suka memasak. Tulisan-tulisannya bisa dibaca di: ifvalogy.wordpress.com

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s