Chicago, April 2019: Sambil Nyoblos, Sekalian Jalan-Jalan

Seperti yang sebelumnya sudah sempat saya ceritakan, saya dan rombongan lenong Twin Cities Jaya Sejahtera Rice Cooker Dibawa-bawa pekan lalu pergi ke Chicago untuk menunaikan tugas sebagai warga negara untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2019 di TPSLN Chicago.

Tapi tentu saja ada agenda lain yang cukup penting juga yaitu jalan-jalan HAHAHA

Makan Siang di Chicago

Jumat siang kami sampai di Chicago dan menuju ke penginapan. Sambil menunggu para pria selesai ibadah shalat Jumat, para ibu-ibu dan remaja putri menyiapkan makan siang. Di awali dengan tidak bisa menyalakan kompor padahal udah bau gas. Untung bukan gas melon ya? hehehe

Ternyata kompornya tidak menyala karena kompornya belum dicolokin kabelnya, sehingga starter apinya tidak menyala.

Siang itu makan siangnya lengkap luar biasa. Ada salad, rendang dan daging kambing kecap buatan bu K, juga buah-buahan yang semuanya dibawa dari Minnesota. Juga nasi putih yang terhidang  di meja disponsori oleh mas Dimas dan rice cooker-nya. Cahya menyumbang mie goreng dan saya hanya sempat urun kue lapis legit saja.

Makan siang di Chicago
Makan siang yang meriah! Bekal bawaan dari Minnesota HAHAHA

Sempet banget bikin kue lapis legit di Amerika? Enggak dunk!! Beli aja kok, produk impor dari Indonesia hehehe

Selesai makan siang, kami bersiap-siap untuk jalan-jalan. Tujuan utama kami ke Millennium Park yang ada awan Kintonnya, eh awan perak dink alias Silver Cloud. Tempat wisata ikonik yang wajib banget dikunjungi di Chicago.

Millenium Park & Downtown Chicago

Sore itu kami habiskan di area Millenium Park ini sambil merayakan ulang tahun Pak Jay dan Yaya, dua anggota grup lenong ini hehehehe

Di area ini selain bisa menikmati pemandangan turis-turis yang pada foto di Silver Gate atau yang disebut juga The Bean, kita juga bisa menikmati pemandangan kota besar Chicago dengan gedung-gedung bertingkatnya.

Ya kayak gini ada juga sih di Minnesota, di downtown Minneapolis, tapi berhubung mayoritas dari kami tinggalnya di area Ramsey County yang lebih mirip kota Bantul atau Godean deh, gitu ya jarang juga lihat gedung-gedung bertingkat kayak di downtown Chicago ini hehehe

Kami sampai malam di area Millennium Park ini dan menutup kunjungan kami dengan foto-foto di area monumennya yang bentuknya tiang-tiang besar dan di bawahnya ada daftar-daftar nama orang atau perusahaan yang menyumbang untuk pembangunan taman ini.

Ternyata ya orang di Amerika ada juga lho yang rendah hati karena ada juga donator yang tidak disebut namanya. Ditulisnya “Anonymous” gitu. Ya semacam “Hamba Allah” gitu deh di Indonesia.

Oh ya selain itu kami serombongan juga merasa berpartisipasi dalam pembangunan taman itu karena McDonald ternyata nyumbang juga. Ya setidaknya sekali dua kali ketika bokek melanda, kami makan di McD lah ya.

Founders of Millennium Park
Monumen “Founders of Millennium Park” dan orang-orang yang merasa ikutan berjasa, padahal yo ora! HAHAHA

Oh iya, saudara-saudara. Di Amerika, makan di McD adalah salah satu tanda kalau sedang paceklik kehabisan uang. Soalnya lebih murah daripada warung-warung yang lain hehehe.

Setelah dari Millenium Park kami lanjut mengisi perut dan kembali ke penginapan. Acara selanjutnya sih bebas. Ada yang mengerjakan tugas, ada yang pergi dengan teman yang lain, dan ada juga yang nonton film horor Susana. HAHAHAA

Michigan Lake, Chinatown, dan Navy Pier

Di hari Sabtu, 13 April 2019, setelah sekitar 1 jam di TPS dan selesai mencoblos serta menikmati es cendol durian di TPS Chicago, kami mulai lagi jalan-jalan. Baru aja mulai jalan-jalan, kami ketemu halte bus yang ada iklan produk-produk Indonesianya. Tentu saja kami berfoto dengan bangga. Ya namanya juga bangga dengan bangsa dan negara ya, bisa foto kayak gini aja udah bahagia hahahaha.

Siang itu kami jalan-jalan menuju ke arah danau Michigan, di sana ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi termasuk Buckingham Fountain, tapi sayangnya sedang tutup karena suhu belum terlalu panas, takutnya nanti jadi air beku gak jadi mancur, ye kan?

Oya, di dekat-dekat situ juga ada pangkal dari Route 66, sebuah jalan raya yang menghubungkan banyak kota antar negara bagian di Amerika dari Chicago sampai LA. Mungkin buat teman-teman yang suka jazz, pernah dengar ya lagunya yang judulnya Route 66 itu. Nah di sini nih keberadaannya.

View this post on Instagram

🎼 Get your kicks on Route 66! 🎷 ⁣ Dulu banget cuma bisa nyanyi lagunya. Alhamdulillah 2017 lalu dan kemarin lusa bisa mengunjungi pangkal dari Route 66 yang legendaris ini. ⁣ ⁣ Route 66 adalah salah satu dari jalan pertama di US Highway System yang dibangun tahun 1926. ⁣ ⁣ Jalan ini panjangnya 3.940 kilometer (2.448 mil) dari Chicago ke LA, seperti di lagunya itu “…It winds from Chicago to L.A. More than 2000 miles all the way.”⁣ ⁣ Jadi buat teman-teman yang suatu saat punya kesempatan ke Chicago, boleh nih foto di sini, ya hitung-hitung sambil belajar sejarah Amerika Serikat, ye kan? #halah ⁣ ⁣ #latepost #route66 #travel #traveling #travelingdiary #chicago #illinois #usa #mylifeinusa⁣

A post shared by Terry Perdanawati (@terry_perdanawati) on

Di area jalan menuju Lake Michigan yang bagian Chicago ini ada patung Abraham Lincoln, salah satu Presiden Amerika yang terkenal karena jasanya dalam perjuangan kesetaraan para budak kulit hitam pada zaman itu.

Kalau kata bu K sih ini patung Abah Lincoln. ((((ABAH)))) HAHAHA

Abraham Lincoln Statue, Chicago
Bersama Abah Lincoln 😛

Danau Michigan ini luas banget, kalau yang tidak tahu bisa jadi dikira laut bukan danau. Oya, walaupun ini di bagian Chicago (Illinois) tapi nama danaunya tetap danau Michigan ya. Jadi tidak mau kalah dari bus Antarkota Antarpropinsi, ini danaunya Antarnegara bagian.

Berjalan-jalan di pingiran danau ini rasanya tenang banget gitu sih. Walaupun ya kadang-kadang dapat “rejeki” kalau ada burung yang iseng buang hajat sambil terbang. Di area ini juga bagus banget buat foto-foto terutama ketika langitnya cerah.

Michigan Lake, Chicago Side
Udah kayak sampul album Boy/Girl Band belum?

Dari pingiran danau tempat kami jalan-jalan ini terlihat juga Navy Pier yang masuk dalam daftar kunjungan kami hari itu, tapi justru setelah kelar makan siang, kami memutuskan untuk menuju Chinatown dulu saja soalnya biar dapat sunset aja gitu di Navy Pier hehehe.

Di Chinatown kami jalan-jalan aja melihat toko-toko, mampir beli souvenir dan kartu pos buat dikirimin ke Indonesia.

Chinatown, Chicago
Gerbang Chinatown Chicago

 

Ini semacam kebiasaan saya sih kalau pergi ke tempat tertentu dan ada rejeki, saya kirim kartu pos ke Indonesia lewat #GiveawayTey. Boleh lah follow akun Twitter dan Instagram saya. Siapa tahu kapan-kapan ada giveaway lagi saya kirim kartu pos dari Amerika.

Oh iya, kami juga sempat mampir di salah satu toko kue. Bu K dan teman-teman lain sempat beli kue sih, tapi saya dan Pak Jay masih kenyang jadi belum tertarik untuk beli makanan lagi.

Chiu Quon Bakery
Chiu Quon Bakery di Chinatown, Chicago

Ternyata jalan-jalan terus ya capek juga ya? Jadi kami memutuskan untuk nongkrong di salah satu kafe es boba gitu deh. Sambil istirahat dan recharge handphone. Penting!! HEHEHEE

Setelah energi tubuh dan energi HP sudah kembali siap untuk jalan-jalan lagi, kami menuju Navy Pier. Di sana ternyata ramai pengunjung juga. Di Navy Pier ini kita bisa naik kapal untuk ikutan tur. Tapi sayangnya kami sudah kesorean datangnya, jadi udah selesai semua turnya.

at Navy Pier
Udah kayak dapat hadiah kapal pesiar dari MLM belum? 😛

Meskipun demikian, tidak menghalangi keinginan kami untuk foto-foto di samping kapal pesiar. Biar kayak orang MLM yang udah level Diamond Director apa ya yang dapat kapal pesiar gitu deh! BAHAHAHA

Selain melihat-lihat area pingir danau yang mirip laut ini, kami juga naik Centennial Wheel alias Bianglala. Saya yang sesungguhnya takut ketinggian pun ya akhirnya naik juga demi seru-seruan bareng teman-teman.

Oya, untuk harga tiketnya adalah $18 per orang. Nanti dalam satu grup (3-6 orang) bisa naik bianglalanya barengan. Jadi ya nggak malu teriak-teriak di depan orang lain yang nggak kenal.

Setelah seru-seruan naik bianglala, ternyata kami kelaparan dan makan di foodcourt kantin di sana. Lumayan ada yang jual makanan Timur Tengah halal. Jadi langsung serang deh.

Selama perjalan di Chicago, kami menggunakan angkutan umum bus dan kereta, kecuali ketika bawa barang bawaan di awal kedatangan dan di akhir pas mau pulang ke Minnesota. Ongkos naik bus/kereta adalah $2 untuk perjalanan selama 2 jam. Bisa dipakai antar moda transportasi ganti-ganti bus dan kereta dengan tiket yang sama.

Tapi kalau seharian mau jalan-jalan dan bepergian ke banyak tempat, bisa pilih tiket yang 1-Day pass haganya $10 untuk 24 jam. Kalau dihitung-hitung sih lebih murah jatuhnya kalau dipakai jalan-jalan ke beberapa tempat seharian. Tapi kalau kata mas Iwan sih kalau masih dirasa belum untung juga ya udah naik bus atau kereta aja muter-muter seharian. Wuuu sungguh selo!! HAHAHA

Jalan-jalan kami di Chicago berakhir pada hari Minggu bersalju yang mengiringi kami kembali ke Minnesota. Walaupun cuma sebentar dan jalan-jalan cuma jadi agenda sampingan selain Pemilu 2019, tapi seneng sih ya. Alhamdulillah..

Springsnow in Chicago
Kesaljuan? Udah biasa! Malah seneng sih aku tuh hahaha

Ya saya sih apapun itu mau agenda utamanya jalan-jalan atau cuma agenda sampingan, yang namanya jalan-jalan ya senang-senang aja. Daripada kurang piknik katanya sih bahaya. HOHOHO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s